Bendera Berkibar di Atas Rumput di Bawah Langit ?

Kisah 3 warna

Bendera berkibar diatas rumput dibawah langit?

 

Ibu dan bapak memberiku 3 wadah yang berwarna Red, Green,  Blue.

Ketika berjalan menuju perlombaan mewarnai aku melihat seorang anak menenteng empat wadah dengan empat warna

“enak sekali jadi anak itu, lihat dia bisa berkreasi dengan warna yang lebih banyak”

Ketika melintasi gerbang lokasi perlombaan aku melihat seorang anak yang menenteng 5 wadah dengan 5 macam warna.

“apalagi ini, akan jauh lebih berwarna lagi hasilnya. Jelas bisa maksimal wong fasilitasnya banyak”

Tepat saat aku duduk di nomer perlombaanku aku semakin ciut, iri, berasa tak adil.

Seakan ingin berteriak, kenapa sih g di seragamkan saja warnanya? Gimana bisa hal seperti ini di bilang sportif? Yang kaya warna makin kaya yang miskin miskin makin miskin jadinya.

“anak yang duduk tepat disebelahku menenteng koper, saat di buka puluhan macam warna ada disana” “wow pasti mahal yaaa…” “aku juga ingin, apa aku sanggup membeli yang seperti itu?”

Coba saja fasilitasku seperti mereka pasti aku akan menang, la ini. Aku bersaing dengan diberi bekal tiga warna. Cukup untuk melukis bendera bangsa (merah putih), rumput bergoyang (hijau), dan langit (biru), kalau langitnya mendung? Kalau mau gambar gunung? Matahari yang umumnya berwarna kuning? La terus aku mau gambar apa? Bendera berkibar diatas rumput dibawah langit?

Kenapa bapak ibu tidak mempersiapkanku secara maksimal? Apa mereka tak ingin aku jadi juara? Ini sih warna kelas teri. Gambar kayak gitu doang masak bisa mau menang?

Mereka membatasi kreasiku, ya fasilitas yang mereka adakan tak sebesar kreativitas yang ingin ku tuangkan.

Hal seperti ini nih yang membuat kita tak bisa berkembang pesat. Punyanya Cuma tiga warna, padahal aku ingin berkreasi dengan sejuta warna.

Jadi jangan salahkan aku jika aku tak menang. Kalian juga turut andil dalam ketidak menanganku.

————Dalam sepotong cerita yang diambil dari pemikiran masa kecilku, aku mendapat sedikit jawaban dalam cerita ku sekarang.——–

Seorang dosen menjelaskan tentang mata kuliah, dari sana saya mendapatkan sebuah jalan keluar dari masalah 3 warna.

1 warna tak akan jadi warna lain jika ia berdiri sendiri, tiga warna dapat menciptakan jutaan warna ketika kita kerjasamakan.

Tak usah mengharapkan yang terlalu muluk untuk hasilkan yang terbaik, cukup dengan memanfaatkan apa yang tersedia. Apalagi dapat memandang dari sudut pandang yang tak biasa. Tak perlu merobohkan monster raksasa untuk dapat dikatakan hebat. Iya kalau ada monster, kalau enggak?? Berarti g akan pernah bisa hebat dong.

Yaaa saat itu dijelaskan bagaimana 3 warna itu dikombinasikan. Melalui ternologi IT di salah satu program editing gambar, disana kita bisa mengkombinasikan ketiga warna itu dengan cantik dan saaangat banyak sekali warna yang dihasilkan.

Dan tak perlu lagi menginginkan berjuta2 warna, dengan memiliki warna dasar sebagai konsepnya itu sebenarnya sudah jauh dari cukup jika kita bisa melihat dari sisi yang berbeda dan dengan sebuah pemikiran diluar jalur orang-orang melintas.

Dan kini aku tau, bapak ibuku tak salah sama sekali tak salah memberiku tiga warna. Justru itulah yang tepat, paling tepat. Cukup simpel membawanya, dan melatih kita untuk bisa berkreasi. Bukan memanjakan kita.

Dari sana lah sebuah proses pembelajaran terjadi.

Dan semakin yakin, dari setiap proses yang kita lalui pasti, pasti banyak sekali pelajarannya.

Bandingkan saja, jika dengan 3 warna kita bisa ciptakan jutaan warna maka lebih hebat mana mereka yang menenteng koper jutaan warnanya atau mereka yang menciptakan jutaan warnanya?

Jawabannya : Sama hebatnya, yang satu hebat dari segi fisik, yang satu hebat dari segi psikis.

 

 

menurutku semua yang ada ini tak ada yang salah atau benar yang mutlak, yang membedakan hanyalah cara bersudut pandang